Mengenali Penyakit Kaki Gajah

Senin, 12 Oktober 2015
Mengenali Penyakit Kaki Gajah, Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah  tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailand dan Indonesia (Asia Tenggara).

Penyebab Filaria

Salah satu penyebab penyakit kaki gajah yaitu karena adanya cacing filaria. Penyebab kaki gajah tersebut berkembang drastis dari pertumbuhan awal. Filariasis mudah menular, kriteria penularan penyakit ini adalah jika ditemukan mikro filarial rate ? 1% pada sample darah penduduk di sekitar kasus elephantiasis, atau adanya 2 atau lebih kasus elephantiasis di suatu wilayah pada jarak terbang nyamuk yang mempunyai riwayat menetap bersama/berdekatan pada suatu wilayah selama lebih dari satu tahun. Berdasarkan ketentuan WHO, jika ditemukan mikro filarial rate ? 1% pada satu wilayah maka daerah tersebut dinyatakan endemis dan harus segera diberikan pengeobatan secara masal selama 5 tahun berturut-turut. Penyakit ini disebabkan oleh 3 spesies cacing filarial : Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, Brugia Timori. cacing ini menyerupai benang dan hidup dalam tubuh manusia terutama dalam kelenjar getah bening dan darah. Cacing ini dapat hidup dalam kelenjar getah bening manusia selama 4 – 6 tahun dan dalam tubuh manusia cacing dewasa betina menghasilkan jutaan anak cacing (microfilaria) yang beredar dalam darah terutama malam hari.

Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah

Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, di mana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya.

Adapun gejala akut yang dapat terjadi

  1. Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
  2. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis)
  4. Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
  5. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)

Cara Pencegahan Penyakit Kaki Gajah
Cara pencegahan penyakit kaki gajah ini bisa dilakukan dengan membiasakan hidup bersih. Salah satu cara pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghindarkan gigitan dari nyamuk dengan menggunakan lotion maupun spray anti nyamuk.

Bersihkan sumber air yang menjadi perindukan nyamuk seperti penampungan bak mandi, ember cucian, kolam ikan dll. Usahakan tidak terdapat genangan air di sekitar rumah kita. Dan jangan lupa membersihkan semak yang seringkali digunakan sebagai tempat persembunyian nyamuk yang menjadi penyebab penyakit kaki gajah tersebut.

Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit kaki gajah anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Dengan cara menghubungi nomor berikut 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar