Mengenal Gejala Kram

Minggu, 25 Oktober 2015
Mengenal Gejala Kram, Kram adalah pengerutan pada otot, yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri. Kram bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa detik, menit, atau jam, tergantung dari kontraksi tersebut, dan kram dapat terjadi pada otot rangka atau otot polos.

Penyebab Terjadinya Kram
  • Kegiatan yang berlebihan
Kram sering terjadi pada atlit karena mereka melakukan kegiatan yang luar biasa. Untuk mencegah hal ini diperlukan pemanasan sebelum memulai kegiatan, demikian pula sesudahnya. Tetapi kram juga dapat terjadi ketika orang sedang tidur. Hal ini akan sangat mengganggu tidur karena dapat terjadi beberapa kali dalam semalam atau beberapa malam dalam seminggunya. Biasanya kram timbul karena kita meluruskan jari kaki ketika tidur sehingga otot betis meregang.
  • Dehidrasi
Kegiatan yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya cairan tubuh karena mengalirnya keringat. Kita hendaknya minum banyak air bila melakukan olahraga yang berat. Kram juga dapat merupakan pertanda awal dari dehidrasi.
  • Kekurangan kalsium dan magnesium
Kurangnya kalsium dan magnesium dalam darah dapat mengakibatkan otot dan syaraf kurang santai sehingga menyebabkan timbulnya kram. Karena itu wanita hamil sering mengalami kram akibat dari perubahan hormon dalam tubuhnya yang menyebabkan berkurangnya kalsium dan magnesium dalam darahnya.
  • Obat-obatan
Beberapa obat seperti diuretics (obat yang menyebabkan orang banyak kencing) dapat menyebabkan orang kekurangan cairan dan juga kalsium serta magnesium.
  • Diabetes
Penderita diabetes mengalami gangguan pada syarafnya yang disebut diabetic neuropathy. Kadar gula yang tinggi dalam darah merusak urat syaraf pada kaki sehingga penderitanya mudah mengalami kram.

Beberapa Cara Yang Bisa Dilakukan Untuk Mengatasi Kram

1. Jauhi Hak Tinggi
Kalau pun terpaksa harus mengenakan hak tinggi, sesekali lepaskan agar jari kaki punya kesempatan untuk istirahat. Sekali pun ukurannya longgar, bentuk sepatu hak tinggi menyebabkan jari selalu menekuk sehingga aliran darah tidak lancar.

2. Pilih sepatu yang longgar

Sepatu yang terlalu ketat di bagian ujung membuat jari kaki sering mengalami tekanan saat melangkah, apalagi saat berjinjit. Akibatnya aliran darah di tempat itu kurang lancar sehingga jari mudah kram.

3. Jaga keseimbangan cairan tubuh

Kekurangan cairan tubuh juga merupakan faktor risiko terjadinya kram otot, termasuk di jari kaki. Perbanyak minum air putih terutama saat melakukan olahraga berat dan banyak mengeluarkan keringat.

4. Cukupi kebutuhan mineral tubuh

Salah satu pemicu kram pada jari kaki adalah kekurangan mineral terutama kalsium, kalium dan magnesium. Asupan minimal yang disarankan adalah 1.000 mg kalsium dan 4,7 gram kalium setiap hari. Khusus magnesium, anjuran per harinya adalah 400-420 mg untuk pria dan 310-320 mg untuk wanita.

5. Olahraga jari kaki

Tidak butuh peralatan khusus untuk melatih kelenturan dan kekuatan jari kaki. Cukup dengan menggerak-gerakkan untuk mengambil handuk atau kelereng di lantai sambil berdiri misalnya, atau gerakkan saja sesuka hati sambil duduk santai menonton.

6. Pijat atau rendam di air hangat

Banyak cara untuk melancarkan peredaran darah di kaki, namun yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan adalah sering-sering memijatnya. Cara lain yang cukup menyenangkan adalah sering-sering merendam dalam air hangat.

 Cara Mencegah Terjadinya Kram
  1. Mandi atau rendam bagian yang terexplorasi ketika melakukan aktifitas dengan air hangat. Bagus dilakukan setelah beraktivitas seharian, setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang.
  2. Lakukan perenggangan / pendinginan sebelum tidur, namun hindari penegangan / meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki- kaki anda tetap hangat selama tidur.
  3. Hindari melakukan olahraga atau aktivitas berat secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan otot menjadi kaget (kram). Oleh karena itu, lakukan pemanasan secara benar sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil.
  4. Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga.
  5. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda.
  6. Konsumsilah Multivitamin B serta Vitamin E, Karena otot memerlukan vitamin-vitamin esensial ini untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya serta membantu mencegah kram. Dr. Deed mengatakan, vitamin B terbukti dapat membantu fungsi syaraf dan mengontrol rasa nyeri yang disalurkan oleh saraf.
  7. Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan komputer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh.

Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai gejala kram atau berbagai penyakit lain anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar