Mengenali Gejala Asma

Kamis, 15 Oktober 2015
Mengenali Gejala Asma, Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus. Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas.

Berikut faktor penyebab asma paling utama
1. Faktor Genetik

Salah satu faktor yang paling sering menjadi penyebab dari kambuhnya asma, atau terjangkitnya seseorang dengan penyakit asma adalah faktor genetik atau faktor bawaan. Faktor genetic atau bawaan ini diturunkan oleh generasi sebelumnya, seperti orang tua, nenek kakek, ataupun buyut. Seseorang yang mendapatkan bakat asma karena keturunan atau faktor genetic ini biasanya mengalami gejala – gejala asma yang mirip dengan orang tua atau kakek neneknya dahulu.

Asma yang diperoleh karena faktor genetic atau bawaan ini lebih sulit untuk dihilangkan, hanya dapat dikurangi saja gejala – gejalanya secara bertahap.

Faktor genetic ini, selain berasal dari faktor keturunan, memiliki beberapa faktor lain, yaitu :

  • Jenis Kelamin
  • Ras
2. Faktor Kondisi Saluran Napas

Seperti sudah diketahui sebelumnya, asma terjadi ketika saluran pernapasan seseorang mengalami iritasi, sehingga menyempit dan menyebabkan kesulitan untuk bernapas, atau biasa disebut sesak napas. Ada beberapa orang yang memiliki kondisi saluran pernapasan yang sangat sensitif, sehingga mudah terjadi iritasi pada saluran pernapasannya. Hal ini menyebabkan mereka akan lebih mudah terserang asma, karena kondisi saluran napasnya yang mudah teriritasi.

3. Faktor Lingkungan

Faktor lain yang sangat mempengaruhi kambuhnya penyakit asma ini adalah faktor yang berasal dari lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar memiliki banyak jenis polutan dan hal hal lain yang sanggup membuat saluran pernapasan anda teriritasi dan mengalami penyempitan, hingga akhirnya mengalami sesak napas. Berikut ini adalah faktor – faktor lingkungan yang mampu membuat asma anda menjadi kambuh :
  • Debu Di Dalam Rumah
Debu yang berada di dalam rumah memiliki peran yang penting dalam meningkatkan resiko asma pada diri anda. debu bisa terdapat di mana saja di bagian rumah anda, termasuk kasur anda sendiri. Salah satu penyebab gejala asma yang paling banyak ditemui adalah banyaknya debu yang terhirup, yang membuat anda menjadi sesak napas
  • Tungau
Tungau merupakan kutu yang biasa terdapat pada kasur. Tungau ini memiliki potensi tinggi dalam menimbulkan asma, sehingga harus selalu dibasmi dan dibersihkan.
  • Kondisi Udara
Kondisi udara dan cuaca yang tidak menentu dapat membantu menimbulkan gejala asma. Kondisi udara yang memiliki perubahan ekstrem, seperti terlalu dingin, terlalu panas atau perubahan dari dingin ke panas secara cepat dan tiba – tiba akan menambah potensi anda mengalami gejala – gejala asma.
  • Jamur
Jamur dapat menyebarkan spora – spora kecil yang tidak terlhat, dan dapat dengan mudah terhirup. Masuknya spora jamur ini dapat menyebabkan sesaknya saluran napas anda, dan akan terjadilah asma pada diri anda. selain itu beberapa jamur memang tidak baik untuk penderita asma, karena mengandung jenis racun.
  • Alergi
Beberapa orang memiliki alergi pada jenis makanan tertentu. begitu pula dengan penderita asma. Beberapa penderita asma akan mengalami kambuhnya asma ketika mengkonsumsi makanan yang kerap menimbulkan alergi, seperti jenis kacang – kacangan. Makanan

4. Faktor Kondisi Medis

Faktor lain yang dapat menimbulkan gejala asma bagi anda adalah faktor yang berasal dari kondisi medis. Kondisi medis dapat berupa efek dari penggunaan obat – obatan tertentu, ataupun kondisi pasien yang mengalami suatu penyakit yang dapat mempengaruhi kondisi saluran pernapasan mereka.

5. Stress

Stress sudah terbukti dapat berpengaruh secara negatif dengan kondisi kesehatan seseorang. Orang- orang dengan tingkat stress yang tinggi, bahkan merasa depresi akan mengalami beberapa ganggua – gangguan kesehatan yang, salah satunya adalah mengalami penyebab asma dan sesak nafas ini.

6. Olahraga yang berlebihan

Olahraga memang sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun olahraga yang berlebihan sangat tidak disarankan. Terutama bagi orang yang memiliki bakat sebagai penderita asma. Olahraga berlebihan akan sangat mengganggu kemampuan pernapasan, sehingga gejala asma dan sesak napas akan timbul dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
 
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit asma
  • Mengidap penyakit bronkiolitis atau infeksi paru-paru saat masih kecil.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit asma atau alergi lainnya yang berkaitan (dikenal sebagai penyakit atopik) seperti alergi makanan, alergi terhadap serbuk sari dan eksim.
  • Terpapar asap rokok saat masih kecil, terutama jika ibu Anda merokok saat hamil.
  • Lahir dengan berat badan di bawah normal, yaitu kurang dari dua kilogram.
  • Kelahiran prematur, terutama jika membutuhkan ventilator.
  • Memiliki masalah kesehatan atopik lainnya seperti alergi makanan.
Faktor-faktor memicu serangan asma

Ada beberapa pemicu gejala asma, namun pemicu-pemicu tersebut berbeda-beda bagi tiap penderita. Jika sudah mengetahui apa pemicu asma Anda, cobalah untuk menghindarinya. Berikut ini adalah sejumlah pemicu asma:
  1. Alergen, seperti bulu hewan, tungau debu, dan serbuk sari.
  2. Infeksi paru-paru dan saluran napas yang umumnya disebabkan oleh virus flu dan demam.
  3. Obat - obatan seperti obat anti inflamasi non steroid (obat pereda sakit) seperti aspirin dan ibuprofen. Sebagai catatan, aspirin sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun.
  4. Iritasi udara, seperti uap kimia, asap rokok, dan polusi udara.
  5. Faktor cuaca, seperti cuaca dingin, cuaca berangin,  cuaca panas yang didukung kualitas udara yang buruk, cuaca lembab, dan perubahan suhu yang drastis.
  6. Makanan atau minuman yang mengandung sulfit (zat alami yang kadang-kadang digunakan sebagai pengawet makanan) seperti selai, udang, makanan olahan, makanan setengah matang, minuman sari buah kemasan, dan beberapa wine tertentu yang hanya memicu orang-orang yang rentan.
  7. Olahraga (kadang-kadang gejala asma menjadi lebih buruk saat penderitanya melakukan olah raga).
  8. Kondisi dalam ruangan, seperti ruangan yang lembab atau berjamur, bahan lantai, bahan kimia karpet, dan tungau debu.
  9. Faktor-faktor emosi seperti stres atau tertawa.
  10. Alergi makanan tertentu yang disebut juga sebagai reaksi anafilaksis. Contohnya adalah penderita asma yang alergi terhadap kacang-kacangan. Reaksi anafilaksis dapat memicu serangan asma yang lebih buruk pada penderitanya.
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit asma anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar