Cara Mencegah Penyakit Benjolan Di Payudara, Leher, Dan Kepala Dengan Alami

Senin, 30 Januari 2017
Cara Mencegah Penyakit Benjolan Di Payudara, Leher, Dan Kepala Dengan Alami - Solusi cara mencegah dan mengatasi serta menyembuhkan penyakit benjolan dengan alami paling aman.

Sekilas Tentang Benjolan
Sebagian orang mungkin pernah memiliki benjolan di beberapa tempat misalnya di leher. Benjolan itu bisa terasa nyeri atau tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali ketika dipegang. Teksturnya pun bisa jadi lembek atau keras. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah benjolan itu berbahaya?

Berikut ini adalah beberapa penyebab benjolan di leher :
  • Pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar yang bentuknya mirip kupu-kupu ini berada di leher dan tepat di depan tenggorokan Anda. Kelenjar tiroid biasanya tidak terlihat, tapi karena beberapa sebab, kelenjar dapat membengkak dan menimbulkan benjolan di leher yang kerap disebut gondok. Pembengkakan ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti kekurangan yodium, kelenjar terlalu atau kurang aktif, dan kanker tiroid.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan biasanya terjadi ketika tubuh mengalami infeksi antara lain infeksi tenggorokan, infeksi gigi, pilek, campak, TBC, autoimun (lupus) dan sifilis. Benjolan dapat kempes dengan sendirinya ketika kondisi kesehatan Anda mulai membaik.
  • Kista. Coba pegang dan usap benjolan di leher Anda, jika bentuknya kecil, teraba seperti sebuah kacang dan bergeser di bawah kulit bila ditekan, bisa jadi benjolan Anda disebabkan oleh kista jinak. Anda tidak perlu khawatir karena kemungkinan benjolan dapat hilang dengan sendirinya tanpa bantuan pengobatan.
  • Batu di kelenjar ludah. Bahan kimia yang terdapat dalam air liur terkadang dapat mengendap dan membentuk batu kecil. Batu tersebut bisa menyumbat aliran air liur ke dalam mulut Anda. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada leher.
  • Kanker. Anda berisiko tinggi memiliki benjolan yang bersifat kanker jika menjalani gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Umumnya kanker mulut, tenggorok, pita suara, dan lidah akan menyerang mereka yang meneruskan kebiasaan buruk ini. Selain itu, benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda mengidap leukimia (kanker darah putih), kanker payudara, atau kanker paru-paru. Risiko terkena kanker akan lebih tinggi jika Anda berusia 40 tahun ke atas.
  • Skin tag atau pertumbuhan kulit berlebihan. Ini adalah kondisi ketika kulit sering bergesekan dengan kulit di bagian lain atau bergesekan dengan pakaian, sehingga kulit ditumbuhi oleh daging kecil berwarna kecokelatan mirip kutil. Kondisi ini umum terjadi, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak berbahaya, dan bisa hilang dengan sendirinya. Siapa saja dapat mengalaminya, namun terutama penderita diabetes, obesitas, wanita hamil dan orang tua akan lebih umum untuk memiliki skin tag.
Lalu Kapan Anda Harus Waspada?
Untuk mengetahui apakah benjolan yang Anda miliki berbahaya atau tidak, coba perhatikan benjolan tersebut dengan saksama.
  1. Perhatikan apakah Anda memiliki benjolan dengan kriteria sebagai berikut:
  2. Tidak kunjung kempes hingga lebih dari sebulan.
  3. Terlihat terus membesar.
  4. Terasa mengeras atau tidak bergerak ketika disentuh.
  5. Diiringi oleh demam, sesak napas, nyeri dan sulit menelan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, suara serak, adanya darah pada air liur, atau perubahan kulit.
Rekomendasi :
Untuk cara pencegah dan menghilangkan penyakit benjolan di leher, kami menyarankan untuk menggunakan pengobatan herbal QnC. Qnc merupakan pengobatan herbal yang di percaya mampu menyembuhkan dan menghilangkan benjolan, kista bahkan kanker secara alami dan tanpa efek samping. Klik QnC Obat Benjolan
Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar