Mengenali Berbagai Jenis Alergi

Minggu, 18 Oktober 2015
Mengenali Berbagai Jenis Alergi, Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Berikut macam-macam alergi:

  1. Alergi Seafood
    Jenis alergi ini paling sering diderita oleh orang-orang di sekitar kita seperti mengkonsumsi ikan, udang, tiram, dan jenis-jenis makanan laut lainnya dapat menyebabkan gejala alergi yang parah, yaitu anafilaktik. Memasak makanan tidak akan mengurangi efek reaksi alergi.
  2. Alergi Seks
    Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi timbul karena akibat kontak permukaan kulit dengan sperma untuk mengatasi masalah ini perempuan penderita alergi sperma harus mengenakan kondom setiap kali berhubungan seks.Namun dalam beberapa kasus ada juga beberapa perempuan yang alergi terhadap lateks atau bahan dasar kondom
  3. Alergi udara dingin
    Tubuh mengalami reaksi yang berlebih terhadap udara dingin dalam beberapa kasus terjadi rasa kedinginan tanpa disertai perubahan fisik pada tubuh. Namun yang paling berbahaya alergi ini dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kulit, serta timbul selaput lendir pada mulut dan mata.
  4. Alergi Susu Sapi
    Susu sapi merupakan minuman yang cukup baik untuk kesehatan namun ada beberapa orang yang alergi akibat susu sapi biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan bayi. Penderita alergi susu sapi dipengaruhi oleh jenis ras dan suku bangsa, bahkan dalam penelitian diketahui bahwa di Asia lebih banyak orang menderita alergi susu daripada Afrika dan Eropa.
  5. Alergi Telur
    Sebenarnya jenis alergi ini dapat di picu oleh 3 protein dalam telur yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin.Bagi penderita alergi yang masih ringan efek alergi dapat dihilangkan dengan cara memasak telur. Alergi ini biasanya akan alergi juga terhadap ayam, kalkun, dan jenis unggas lainnya.
  6. Alergi debu
    Penderita alergi debu akan sangat rentan terhadap debu yang umum dijumpai di rumah atau di luar rumah apalagi ketika bersih-bersih.Namun sebetulnya, yang harus di waspadai adalah tungau debu yang merupakan penyebab alergi. Tungau debu merupakan komponen debu yang berupa sejenis binatang yang sangat kecil.Tungau ini biasanya hidup di kasur atau bantal berisi kapuk, kain, karpet, tirai, mainan berbulu, selimut, dan sebagainya.
  7. Alergi Obat-obatan
    alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena konsumsi obat tertentu meski dalam dosis ringan. Hal ini muncul secara tiba-tiba meski pun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut. Misal, seseorang yang biasa minum parasetamol, pada suatu ketika meminumnya, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya bisa terjadi dengan lambat atau cepat. Gejala umum yang terjadi biasanya gatal, bercak kemerahan pada kulit, diare, gangguan pernapasan seperti pilek, bersin, sesak napas, mengalami gangguan jantung hingga shock atau hipotensi (tekanan darah rendah). Ada beberapa obat yang dianggap sering menimbulkan alergi yaitu penisilin, sulfonamid, obat penurun panas dan obat analgetik (penghilang rasa sakit). Selain jenis obat, metode pemberian obat juga memberi peranan dalam menimbulkan alergi.
Pencegahan Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
  • Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
  • Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi. Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi. Dilarang menggunakan cat rambut.
  • Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
  • Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
  • Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
  • Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
  • Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
  • Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat yang menimbulkan reaksi alergi. Hindari bahan makanan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Harus mematuhi aturan diet alergi.
  • Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut, dan diulang setiap 6 bulan sekali.
Beberapa nutrisi yang dapat membantu mengatasi alergi
  1. Vitamin C, mempunyai manfaat antihistamin alami.
  2. Bromelain (enzim dari nanas), efektif mengurangi peradangan dan membantu mengatasi antigen yang memasukin tubuh.
  3. Suplemen enzim pencernaan, efektif untuk alergi makanan dengan meningkatkan pencernaan dan mengurangi pemicu alergi, protein(antigen) dalam makanan yang tidak dicerna sempurna.
  4. Konsumsi Quercetin (Biofavonoid) secara teratur. Menguatkan sel membran dari sel mast sehingga sel mast menjadi kurang reaktif terhadap antigen dan menurunkan kemampuan nya untuk melepaskan histamin.
  5. Lactobacilius Acidophilus.
  6. CoQ10 para penderita alergi berat umumnya mempunyai kadar CoQ10 yang rendah dalam darahnya.
  7. Reishi, Mushroom, Wheat grass, Cat's claw, Ginkgo Biloba, Flax sees oil.
  8. Spirulina yang lengkap kandungan vit.B nya & juga Jelly Gamat/Gold G/Teripang Laut
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit alergi atau pun berbagai penyakit anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar