Mengenal Gejala Rhinitis

Kamis, 29 Oktober 2015
Mengenal Gejala Rhinitis , Rhinitis adalah peradangan dan iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung. Secara garis besar rhinitis dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Rhinitis alergi atau yang disebut juga hay fever disebabkan oleh alergi terhadap unsur seperti debu, kelupasan kulit hewan tertentu, dan serbuk sari. Sedangkan rhinitis nonalergi tidak disebabkan oleh alergi tapi kondisi seperti infeksi virus dan bakteri.

Gejala Klinis Rhinitis Alergi
  • bersin - bersin berulang. namun hal ini bisa merupakan mekanisme fisiologik, yaitu proses membersihkan sendiri (self cleaning process) dari kotorang. atau juga bisa bersifat bersin patologik, bila terjadinya lebih dari 5 kali setiap serangan, sebagai akibat dilepaskannya histamin. Disebut juga sebagai bersin patologis (Soepardi, Iskandar, 2004).
  • keluar ingus (rinore) yang encer  dan banyak, hidung tersumbat, hidung dan
  • Tanda gejala di mata gatal, yang kadang-kadang disertai dengan banyak air mata keluar (lakrimasi). edema kelopak mata, kongesti konjungtiva, lingkar hitam dibawah mata (allergic shiner)
  • mukosa hidung yang dapat muncul kebiruan.
  • Lubang hidung bengkak. Disertai dengan sekret mukoid atau cair.
  • Tanda pada telinga termasuk retraksi membran timpani atau otitis media serosa sebagai hasil dari hambatan tuba eustachii.
  • Tanda faringeal termasuk faringitis granuler akibat hiperplasia submukosa jaringan limfoid. Tanda laringeal termasuk suara serak dan edema pita suara  (Bousquet, Cauwenberge, Khaltaev, ARIA Workshop Group. WHO, 2001). 
    Gejala lain yang tidak khas dapat berupa: batuk, sakit kepala,
    Gangguan dalam penciuman, mengi, penekanan pada sinus dan nyeri wajah. Beberapa orang juga mengalami lemah dan lesu, mudah marah, kehilangan nafsu makan dan sulit tidur (Harmadji, 1993).
 
Penyebab Gejala Rhinitis 
  1. Penyebab Rhinitis Alergi

    Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya rhinitis alergi, di antaranya adalah sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif. Sistem kekebalan tubuh alami menganggap alergen berbahaya dan bereaksi dengan memproduksi antibodi untuk melawannya.

    Ketika pertama kali terpapar unsur alergen, sistem kekebalan tubuh tidak langsung bereaksi dan menyebabkan gejala alergi. Sistem kekebalan tubuh menjalani proses yang disebut sensitisasi terlebih dahulu, yaitu proses untuk mengenali dan mengingat alergen. Pada paparan berikutnya dengan alergen, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi dan menyebabkan reaksi alergi.

    Antibodi akan menyebabkan produksi lendir berlebih dan pembengkakan lapisan dalam hidung. Itu sebabnya penderita rhinitis alergi biasanya akan mengalami gejala-gejala hidung berair atau tersumbat dan bersin-bersin.

    Berikut ini adalah beberapa alergen yang ada di udara yang bisa memicu terjadinya rhinitis:

    • Kelupasan kulit mati hewan. Banyak orang alergi terhadap hewan, seperti anjing dan kucing, dan menganggap bahwa bulunya yang menyebabkan reaksi alergi, namun sebenarnya adalah kotoran dan kelupasan kulit mati hewan tersebut.
    • Alergen di tempat kerja. Beberapa orang yang bekerja di lingkungan yang terdapat alergen seperti lateks, debu lantai, atau debu kayu bisa mengidap rhinitis akibat terpapar unsur-unsur tersebut di tempat kerja.
    • Tungau debu rumah. Rhinitis dapat dipicu oleh zat kimia yang terdapat pada kotoran tungau yang sering ditemukan di kasur dan bantal, karpet, dan matras.
    • Serbuk sari dan spora. Pepohonan dan rerumputan memproduksi partikel kecil serbuk sari yang bisa memicu rhinitis alergi. Selain itu, fungi dan kapang memproduksi spora yang bisa memicu rhinitis alergi juga.

    Kebanyakan rhinitis alergi merupakan kondisi yang diturunkan oleh orang tua. Selain itu, anak yang bertumbuh dewasa dengan anggota keluarga yang merokok atau dengan binatang peliharaan juga lebih rentan mengalami rhinitis alergi.
  2. Penyebab Rhinitis Non-alergi

    Hampir sama seperti rhinitis alergi, gejalanya meliputi cairan yang berlebihan di hidung dan membengkaknya pembuluh darah di dalam rongga hidung. Namun penyebab rhinitis nonalergi berbeda dengan rhinitis alergi, berikut ini adalah beberapa penyebab utama rhinitis nonalergi.

    • Lingkungan. Faktor lingkungan dapat memicu terjadinya rhinitis pada sebagian orang, seperti perubahan cuaca, wangi parfum, asap rokok, dan uap cat. Rhinitis autonomic atau vasomotor adalah istilah medis yang digunakan untuk rhinitis yang dipicu oleh faktor lingkungan. Orang yang memiliki pembuluh darah rongga hidung yang sangat sensitif diyakini bisa terkena rhinitis tipe ini, namun penyebab pastinya tidak diketahui.
    • Kerusakan jaringan. Lapisan jaringan di dalam hidung yang disebut dengan turbinates sangat penting untuk menjaga kelembapan bagian dalam hidung dan menjaga tubuh dari infeksi bakteri. Jika turbinates rusak atau diangkat, rhinitis bisa terjadi, karena jaringan yang tersisa menjadi keras, mudah terinfeksi, dan meradang.
    • Penggunaan dekongestan rongga hidung berlebih. Lapisan hidung akan membengkak kembali dan keadaan akan makin parah jika penggunaan obat semprot dekongestan digunakan secara berlebihan atau lebih dari enam hari. Istilah medis untuk masalah ini disebut rhinitis medicamentosa.
    • Infeksi. Terkadang infeksi fungi atau bakteri dapat menyebabkan terjadinya rhinitis, namun tidak sesering infeksi virus seperti pilek.
    • Ketidakseimbangan hormon. Hormon sangat berperan dalam pembesaran pembuluh darah rongga hidung dan dapat memicu rhinitis nonalergi. Perubahan hormon biasanya terjadi saat masa pubertas, hamil, atau sedang menjalani pengobatan hormon, seperti terapi pergantian hormon, dan pil kontrasepsi. Selain itu, kadang-kadang rhinitis juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme atau kurang aktifnya kelenjar tiroid.
    • Obat-obatan. Terkadang obat-obatan tertentu dapat menyebabkan efek samping rhinitis, seperti obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), obat gangguan jantung (beta-blocker), obat anti-hipertensi (penghambat ACE), serta penyalahgunaan kokain.
    • Stres. Beberapa orang mengalami rhinitis nonalergi yang dipicu oleh stres, baik secara emosional maupun fisik.
    • Makanan dan minuman. Makanan pedas dan minuman beralkohol bisa menyebabkan selaput di dalam hidung bengkak dan membuat hidung tersumbat.
 Pengobatan Rhinitis Alergi
  1. menghindari kontak langsung dengan alergen penyebabnya.
  2. antihistamin H-1, yang bekerja secara inhibitor kompetitif pada reseptor H-1 sel target, obat ini merupakan obat yang di pakai dalam lini pertama pengobatan rhinitis alergik,  seperti : Hydroxyzine (Atarax®),Diphenhydramine (Benadryl®),Chlorphenarimine (CTM®)
  3. antihistamin H - 2,  seperti : Cetirizine (Zyrtec®), Loratadine (Claritin®), Fexofenadine (Allergra®), Desloratadine (Clarinex®).
  4. dekongestan.
  5. kortikostiroid, diberikan bila sumbatan hidung tidak bisa di atasi dengan obat lain.
  6. operatif, jika terjadi hipertropi berat pada concha inferior.
  7. imunoterapi, jika gejala rhinitis alergi sudah sangat memberat dan berlangsung lama.dan cara lain tidak menunjukkan perbaikan
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit rhinitis atau berbagai Penyakit lain anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Read more ...

Mengenal Gejala Mata Miopi

Senin, 26 Oktober 2015
Mengenal Gejala Mata Miopi, Miopi (dari bahasa Yunani: μυωπία myopia "penglihatan-dekat") atau rabun jauh adalah sebuah kerusakan refraktif mata di mana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Miopi dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungan kornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak di fokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram.
Apa saja ciri-ciri dan gejala awal orang yang memiliki mata minus (miopi)
  • Kepala gampang mengalami pusing
  • Mata akan terasa sakit ketika melihat huruf atau tulisan yang jaraknya jauh
  • Tulisan yang sedang dibaca nampak memudar
  • Mata terasa sakit kalau melihat sinar cahaya matahari terlalu sering
  • Jarak penglihatan menjadi sangat terbatas
Penyebabkan mata minus (miopi):
  1. Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain video games, main komputer, main hp ponsel, dll. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata. Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.
  2. Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, di depan berkas, dan lain-lain. Mata butuh istirahat yang teratur dan sering agar tidak terus berkontraksi yang monoton.
  3. Tinggal di tempat yang sempit penuh sesak karena mata kurang berkontraksi melihat yang jauh-jauh sehingga otot mata jadi tidak normal. Atur sedemikian rupa ruang rumah kita agar kita selalu bisa melihat jarak pandang yang jauh.
  4. Kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mata kita seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah sinar matahari langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung, dan lain sebagainya.
  5.  Terlalu lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata dapat mengganggu kesehatan mata seperti sering kelamaan memakai helm, lama memakai kacamata yang tidak sesuai dengan mata normal kita, dan sebagainya.
  6.  Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata juga bisa memperlemah mata sehingga kurang mampu bekerja keras dan mudah untuk terkena rabun jika mata bekerja terlalu di porsir. Vitamin A, betakaroten, ekstrak billberry, alpukat, dan lain sebagainya bagus untuk mata.
Tips Mengobati Mata Minus (Miopi)

  • Kemudian, anda dapat melatih mata untuk melihat suatu benda atau objek yang jauh tanpa menggunakan kacamata. Misalnya anda dapat pergi ke tempat seperti sawah, bukit dsb, karena tempat-tempat tersebut memiliki sudut pandang yang jauh.
  • Mata minus juga dapat disembuhkan dengan daun sirih, caranya sangat mudah. Kita hanya perlu 2 lembar daun sirih, kemudian cuci bersih daun sirih tersebut dan tempel di mata anda setiap kali anda tidur. Lakukan cara ini dengan rutin untuk mendapatkan hasil maksimal
  • Satu lagi tips unik yaitu dengan melakukan terapi lilin, caranya cukup mudah. Anda hanya perlu menyalakan lilin dan tataplah lilin tersebut tanpa banyak berkedip dan tunggulah hingga keluar banyak air mata anda. Walaupun terbilang sederhana, tapi katanya terapi ini cukup manjur.
  • Pakailah helm /kaca mata ketika anda berkendara, tujuannya yaitu untuk mencegah debu masuk ke mata.
  • Cobalah lepaskan kacamata yang anda pakai jika dirasa kurang diperlukan, seperti saat anda berada di ruangan yang sempit dan tidak sedang bekerja tentunya. Anda dapat melakukan hal ini jika masih bisa melihat dengan jelas walau pun tanpa memakai kacamata.
  • Selanjutnya anda juga dapat melatih mata untuk melihat benda-benda yang bergerak. Misalnya, ketika anda berada di jalan raya, anda bisa mengamati orang-orang, motor ataupun mobil yang berlalu lalang di sekitar anda. Lihat dan perhatikan setiap gerakannya, usahakan bayangan yang anda lihat adalah utuh tidak rabun
  • Jika anda terbiasa bekerja di depan komputer, usahakan setiap 25 menit, luangkan waktu untuk beranjak dari tempat duduk anda mungkin untuk sekedar mengambil air minum dan cobalah untuk melihat keluar jendela / luar rumah, lihat lingkungan sekitar anda.
  • Jangan lupa untuk membersihkannya mata anda, jika perlu, anda bisa menggunakan tetes mata agar mata terhindar dari kotoran dan bakteri
  • Bila perlu anda juga bisa mengkonsumsi wortel ataupun makanan yang berbahan wortel
Tips Mencegah Penyakit Mata Miopi
  1. Membaca jangan terlalu dekat (minimal sepanjang siku anda)
  2. Membacalah di ruangan yang cukup terang
  3. Jangan membaca sambil tiduran
  4. Hindari menonton TV/main play station terlalu dekat secara terus menerus
  5. Hindari memakai komputer dengan monitor terlampau dekat. Sekali-sekali pandanglah ke tempat yang jauh.
  6. Bermainlah di luar rumah selama 2-3 jam setiap hari dan lihat objek yang jauh
  7. Berolahragalah agar otot-otot anda termasuk mata jadi kuat
  8. Makanlah makanan yang bermanfaat bagi mata anda seperti vitamin A, Beta Karotin, dan sebagainya.
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit mata miopi atau berbagai jenis Penyakit lainnya anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Read more ...

Mengenal Gejala Kram

Minggu, 25 Oktober 2015
Mengenal Gejala Kram, Kram adalah pengerutan pada otot, yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan nyeri. Kram bisa sembuh dengan sendirinya selama beberapa detik, menit, atau jam, tergantung dari kontraksi tersebut, dan kram dapat terjadi pada otot rangka atau otot polos.

Penyebab Terjadinya Kram
  • Kegiatan yang berlebihan
Kram sering terjadi pada atlit karena mereka melakukan kegiatan yang luar biasa. Untuk mencegah hal ini diperlukan pemanasan sebelum memulai kegiatan, demikian pula sesudahnya. Tetapi kram juga dapat terjadi ketika orang sedang tidur. Hal ini akan sangat mengganggu tidur karena dapat terjadi beberapa kali dalam semalam atau beberapa malam dalam seminggunya. Biasanya kram timbul karena kita meluruskan jari kaki ketika tidur sehingga otot betis meregang.
  • Dehidrasi
Kegiatan yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya cairan tubuh karena mengalirnya keringat. Kita hendaknya minum banyak air bila melakukan olahraga yang berat. Kram juga dapat merupakan pertanda awal dari dehidrasi.
  • Kekurangan kalsium dan magnesium
Kurangnya kalsium dan magnesium dalam darah dapat mengakibatkan otot dan syaraf kurang santai sehingga menyebabkan timbulnya kram. Karena itu wanita hamil sering mengalami kram akibat dari perubahan hormon dalam tubuhnya yang menyebabkan berkurangnya kalsium dan magnesium dalam darahnya.
  • Obat-obatan
Beberapa obat seperti diuretics (obat yang menyebabkan orang banyak kencing) dapat menyebabkan orang kekurangan cairan dan juga kalsium serta magnesium.
  • Diabetes
Penderita diabetes mengalami gangguan pada syarafnya yang disebut diabetic neuropathy. Kadar gula yang tinggi dalam darah merusak urat syaraf pada kaki sehingga penderitanya mudah mengalami kram.

Beberapa Cara Yang Bisa Dilakukan Untuk Mengatasi Kram

1. Jauhi Hak Tinggi
Kalau pun terpaksa harus mengenakan hak tinggi, sesekali lepaskan agar jari kaki punya kesempatan untuk istirahat. Sekali pun ukurannya longgar, bentuk sepatu hak tinggi menyebabkan jari selalu menekuk sehingga aliran darah tidak lancar.

2. Pilih sepatu yang longgar

Sepatu yang terlalu ketat di bagian ujung membuat jari kaki sering mengalami tekanan saat melangkah, apalagi saat berjinjit. Akibatnya aliran darah di tempat itu kurang lancar sehingga jari mudah kram.

3. Jaga keseimbangan cairan tubuh

Kekurangan cairan tubuh juga merupakan faktor risiko terjadinya kram otot, termasuk di jari kaki. Perbanyak minum air putih terutama saat melakukan olahraga berat dan banyak mengeluarkan keringat.

4. Cukupi kebutuhan mineral tubuh

Salah satu pemicu kram pada jari kaki adalah kekurangan mineral terutama kalsium, kalium dan magnesium. Asupan minimal yang disarankan adalah 1.000 mg kalsium dan 4,7 gram kalium setiap hari. Khusus magnesium, anjuran per harinya adalah 400-420 mg untuk pria dan 310-320 mg untuk wanita.

5. Olahraga jari kaki

Tidak butuh peralatan khusus untuk melatih kelenturan dan kekuatan jari kaki. Cukup dengan menggerak-gerakkan untuk mengambil handuk atau kelereng di lantai sambil berdiri misalnya, atau gerakkan saja sesuka hati sambil duduk santai menonton.

6. Pijat atau rendam di air hangat

Banyak cara untuk melancarkan peredaran darah di kaki, namun yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan adalah sering-sering memijatnya. Cara lain yang cukup menyenangkan adalah sering-sering merendam dalam air hangat.

 Cara Mencegah Terjadinya Kram
  1. Mandi atau rendam bagian yang terexplorasi ketika melakukan aktifitas dengan air hangat. Bagus dilakukan setelah beraktivitas seharian, setiap kali sebelum tidur untuk mengendurkan seluruh otot yang tegang.
  2. Lakukan perenggangan / pendinginan sebelum tidur, namun hindari penegangan / meluruskan ujung jari kaki saat peregangan maupun tidur dan usahakan agar kaki- kaki anda tetap hangat selama tidur.
  3. Hindari melakukan olahraga atau aktivitas berat secara tiba-tiba karena dapat menyebabkan otot menjadi kaget (kram). Oleh karena itu, lakukan pemanasan secara benar sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya dan lakukan pendinginan setelah selesai. Hal tersebut akan memberikan kesempatan bagi otot untuk menyesuaikan diri sehingga tidak menimbulkan kram. Akan lebih baik jika pemanasan ini dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur, dengan melakukan senam kecil.
  4. Minum setidaknya enam gelas penuh setiap hari, termasuk satu gelas sebelum tidur. Juga perbanyak minum sebelum, selama dan setelah berolah raga.
  5. Konsumsi makanan yang kaya kalsium, potasium dan magnesium. Makan satu atau dua buah pisang sehari sudah cukup memenuhi kebutuhan potasium Anda.
  6. Konsumsilah Multivitamin B serta Vitamin E, Karena otot memerlukan vitamin-vitamin esensial ini untuk memperbaiki dan membangun kembali sel-selnya serta membantu mencegah kram. Dr. Deed mengatakan, vitamin B terbukti dapat membantu fungsi syaraf dan mengontrol rasa nyeri yang disalurkan oleh saraf.
  7. Tak ada salahnya melakukan peregangan setelah melakukan satu kegiatan terus menerus dalam beberapa lama. Misalnya setelah duduk terus menerus di depan komputer selama 2 jam, berada di dalam pesawat atau kendaraan yang memakan waktu lama atau berjalan kaki jarak jauh.

Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai gejala kram atau berbagai penyakit lain anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Sumber
Read more ...

Pengertian Penyakit Varises Dan Cara Mengobatinya

Jumat, 23 Oktober 2015
Pengertian Penyakit Varises Dan Cara Mengobatinya, salam kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pengertian varises, penyabab, gejala dan cara mencegah dan mengobatinya. jadi untuk anda yang ingin sekali mencegah dari penyakit yang satu ini anda bisa simak informasinya di bawah ini : 

 Pengertian Varises, Penyabab Varises, Gejala Varises Dan Cara Mencegah Parises .
Langkah awal untuk memahami apa itu penyakit varises, mari kita mulai dengan pengertian varises. Tapi ada hal yang lebih penting yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu struktur normal pembuluh darah vena.

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung. Dalam hal ini kita lebih membahas khusus mengenai vena kaki.

Ada tiga jenis pembuluh darah vena di kaki, yaitu:
  • Vena superfisial (permukaan). Berada di bawah permukaan kulit, dan  ini sering kali dapat terlihat berwarna kebiruan.
  • Vena profunda (dalam). Terletak pada bagian otot sehingga tidak dapat terlihat.
  • Vena perforator (penghubung) menghubungkan vena superfisial dengan vena dalam.
Pada pembuluh darah vena terdapat katup satu arah yang mengarah ke atas (ke jantung). Katup ini berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke bawah. Seperti pada saat kita berdiri ada jarak ketinggian yang cukup panjang antara jantung dan kaki. Gaya gravitasi cenderung menarik darah kembali turun tapi hal ini dicegah oleh katup vena dan dengan demikian darah akan dialirkan dengan lancar ke jantung.

Lalu apa yang terjadi pada varises?

Pengertian varises adalah pembesaran atau pelebaran pembuluh darah vena yang terletak tepat di bawah permukaan kulit (vena superfisial) biasanya terjadi pada kaki. Selain itu juga dapat terjadi pada vena esofagus (kerongkongan) disebut varises esofagus, kantung buah zakar, vagina, bagian anus (wasir), bawah lidah (sublingual), dan lain-lain.

Penyebab Varises

Untuk dapat memahami penyebab varises, maka kita harus tahu terlebih dahulu mekanisme terjadinya varises.

Awal mula terjadinya varises diperkirakan bahwa dinding pembuluh darah menjadi lemah pada beberapa bagian. Bagian ini kemudian melebar dan menjadi lebih menonjol.

Jika ini terjadi di dekat katup maka katup dapat menjadi bocor dan darah bisa mengalir balik. Setelah ini terjadi di salah satu katup ada tekanan ekstra pada vena sehingga dapat menyebabkan pelebaran vena yang semakin parah dan kebocoran katup yang lebih parah juga. Darah kemudian mengumpul pada vena membesar dan membuatnya menonjol.

Varises lebih banyak terjadi pada perempuan daripada laki-laki. Sebagian besar orang dengan varises tidak memiliki penyakit yang mendasari dan bahkan tanpa penyebab yang jelas.

Namun, ada beberapa faktor risiko penyebab varises adalah sebagai berikut :
  • Kehamilan. Rahim yang membesar dapat menyebabkan tekanan ekstra pada pembuluh darah sehingga aliran balik ke jantung dapat terhambat. Di samping itu, varises pada kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh hormon cenderung berefek melemaskan dinding vena.
  • Umur. Varises lebih sering pada usia dewasa dan semakin meingkat risiko seiring dengan bertabahnya usia.
  • Berat badan Berlebih.
  • Banyak Berdiri. Pekerjaan atau aktifitas dengan banyak berdiri sering dianggap bisa menjadi penyebab varises. Namun, baru sedikit bukti ilmiah yang mendukung hal ini.
  • Kadang-kadang penyakit tertentu dapat menyebabkan varises seperti:
  • Bekuan darah sebelumnya (trombosis) atau cedera dalam vena kaki yang dalam.
  • Pembengkakan atau tumor di panggul (bagian bawah perut) yang menghambat aliran darah dari kaki ke atas.
  • Abnormalitas pembuluh darah, suatu kondisi pembuluh darah atau arteri yang tidak terbentuk sempurna.
Gejala varises

Varises biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Tanda tanda varises meliputi:
  • Vena yang berwarna ungu atau biru gelap
  • Vena yang terlihat tidak beraturan dan menonjol; biasanya seperti tali pada kaki Anda.
Ketika ciri ciri varises dan gejalanya yang sakit terjadi, ini mungkin termasuk :
  • Rasa sakit atau berat di kaki Anda
  • Perih, berdenyut, otot kram dan pembengkakan di kaki bagian bawah Anda
  • Rasa sakit yang memburuk setelah duduk atau berdiri dalam waktu yang lama
  • Gatal-gatal di sekitar satu atau lebih dari vena Anda
  • Luka pada kulit di pergelangan kaki Anda, yang dapat berarti bahwa Anda memiliki bentuk yang serius dari penyakit pembuluh darah yang membutuhkan perawatan medis.
Untuk tips cara mencegah dan mengobatinya : 
Banyak skali tips yang bisa mengatasi dan mencegah varises salah satunya dengan menggunakan ektrak teripang laut yang mempunyai khasiat dan manfaat mampu menyembuhkan varises anda dengan cepat dan aman. untuk info lebih lengkap anda bisa langsung Hub : 0812 2442 9800.
Sumber 
Read more ...

Mengenal Gejala Asfiksia

Rabu, 21 Oktober 2015
Mengenal Gejala Asfiksia, Perinatal asfiksia (berasal dari bahasa Yunani sphyzein yang artinya "denyut yang berhenti") merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernafasan yang bersifat mengancam jiwa. Keadaan ini bila dibiarkan dapat mengakibatkan hipoksemia dan hiperkapnia yang disertai dengan metabolik asidosis. Asfiksia timbul karena adanya depresi dari susunan saraf pusat (CNS) yang menyebabkan gagalnya paru-paru untuk bernapas.

Tanda dan gejala asfiksia neonatorum
  1. Tidak bernapas atau napas megap-megap atau pernapasan lambat (kurang dari 30 kali per menit)
  2. Pernapasan tidak teratur, dengkuran atau retraksi (pelekukan dada)
  3. Tangisan lemah atau merintih
  4. Warna kulit pucat atau biru (sianosis)
  5. Tonus otot lemas atau ekstremitas lemah
  6. Denyut jantung tidak ada atau lambat (bradikardi) (kurang dari 100 kali per menit).
Faktor Penyebab Asfiksia

Beberapa kondisi tertentu pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah uteroplasenter sehingga pasokan oksigen ke bayi menjadi berkurang. Hipoksia bayi di dalam rahim ditunjukkan dengan gawat janin yang dapat berlanjut menjadi asfiksia bayi baru lahir.

Beberapa faktor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir, diantaranya adalah faktor ibu, tali pusat clan bayi berikut ini:

1. Faktor ibu
  • Preeklampsia dan eklampsia
  • Pendarahan abnormal (plasenta previa atau solusio plasenta)
  • Partus lama atau partus macet
  • Demam selama persalinan Infeksi berat (malaria, sifilis, TBC, HIV)
  • Kehamilan Lewat Waktu (sesudah 42 minggu kehamilan)
2. Faktor Tali Pusat
  • Lilitan tali pusat
  • Tali pusat pendek
  • Simpul tali pusat
  • Prolapsus tali pusat
3. Faktor Bayi
  • Bayi prematur (sebelum 37 minggu kehamilan)
  • Persalinan dengan tindakan (sungsang, bayi kembar, distosia bahu, ekstraksi vakum, ekstraksi forsep)
  • Kelainan bawaan (kongenital)
  • Air ketuban bercampur mekonium (warna kehijauan)
Penolong persalinan harus mengetahui faktor-faktor resiko yang berpotensi untuk menimbulkan asfiksia. Apabila ditemukan adanya faktor risiko tersebut maka hal itu harus dibicarakan dengan ibu dan keluarganya tentang kemungkinan perlunya tindakan resusitasi. Akan tetapi, adakalanya faktor risiko menjadi sulit dikenali atau (sepengetahuan penolong) tidak dijumpai tetapi asfiksia tetap terjadi. Oleh karena itu, penolong harus selalu siap melakukan resusitasi bayi pada setiap pertolongan persalinan.

Penanganan asfiksia neonatorum
Aspek yang sangat penting dari resusitasi terhadap asfiksia neonatorum adalah menilai bayi, menentukan tindakan yang akan dilakukan dan akhirnya melaksanakan tindakan resusitasi. Penilaian untuk melakukan resusitasi semata-mata ditentukan oleh tiga tanda penting, yaitu : pernapasan, denyut jantung, dan warna kulit. Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi, yaitu :

1. Memastikan saluran terbuka

  • Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu diganjal 2-3 cm.
  • Menghisap mulut, hidung dan kadang trachea.
  • Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan terbuka.
2. Memulai pernafasan
  • Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan
  • Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi).
3. Mempertahankan sirkulasi
  • Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara
  • Kompresi dada.
  • Pengobatan.
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit asfiksia atau berbagai penyakit lain anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Read more ...

Tips Mencegah Penyakit Tipus

Selasa, 20 Oktober 2015
Tips Mencegah Penyakit Tipus, Tipes merupakan penyakit peradangan usus yang disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhosa atau Salmonella paratyphosa. Kedua jenis bakteri tersebut sangat sering dijumpai di makanan, apalagi jika makanan tersebut berada di lingkungan yang kurang higinenis. Bakteri masuk ke lambung lewat makanan yang Anda konsumsi hingga sampai ke usus halus dan di usus halus tersebut, bakteri mulai berkembang biak hingga masuk ke saluran peredaran darah yang nantinya akan mengakibatkan tubuh si pasien demam tinggi.

Penyebab Penyakit Tifus

Penyakit Tipes bisa menyerang manusia mulai dari balita hingga dewasa, sebab sumber penyebab Tipes kerap kali disebabkan oleh kurang adanya perhatian terhadap kebersihan sehingga virus atau bakteri penyebab tipes dengan leluasa berkembang pada tempat-tempat seperti kotoran juga bekas air cucian gelas, sendok, piring dan lainya dengan kondisi air yang tidak diganti dengan keadaan tangan yang selalu kotor.

Selain kondisi seperti diatas bakteri penyebab penyakit tipes pada umumnya terdapat dalam makanan yang sudah basi, daging mentah, maupun kotoran. Bakteri masuk ke dalam perut karena tertelan lewat makanan atau minuman yang sudah tercemar, kemudian bersarang diusus halus, dan menggerogoti dinding usus penderita yang menyebabkan usus bisa terluka dan sewaktu-waktu tukak tipus bisa jebol dan usus jadi bolong yang mengakibatkan pendarahan.

Penularan penyakit tipes kebanyakan terjadi melalui kotoran yang terdapat banyak kuman, termasuk kuman yang hidup normal dalam usus hewan, ternak dan reptil, sumber daging unggas, unggas yang kurang matang, telur, melalui anjing, kucing, makanan dan minuman yang tercemar juga orang sehat tetapi membawa kuman (carrier) atau juga bisa dari air kencing dari penderita Tipes.

Tanda Dan Gejala Penyakit Tifus

  1. Demam atau panas bisa berlangsung selama lebih dari 7-10 hari. Kondisi pasien disiang hari cenderung terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.
  2. Lidah penderita terlihat keruh dan kotor, bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan selalu ingin makan yang asam-asam atau pedas.
  3. Terjadi mual bahkan bisa sampai muntah, karena bakteri Salmonella typhi berkembang biak di dalam hati dan limpa penderita, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.
  4. Mengalami Diare atau mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi atau sulit buang air besar (sembelit).
  5. Badan terasa lemas, pusing, juga terjadi infeksi pada tenggorokan dan sakit perut. Demam yang tinggi bisa menimbulkan rasa lemas dan pusing. Sementara terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit pada perut.
  6. Pada kondisi yang berat penderita bertambah sakit dan kesadaran mulai menurun yang mengakibatkan pingsan. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak bergerak.
Tips Mencegah Penyakit Tifus
  • Penyakit Tifus dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar dengan kuman Tifus , Salmonella typhosa, kotoran, atau air kencing dari penderita penyakit Tifus.
  • Bila anda sering menderita penyakit ini kemungkinan besar makanan atau minuman yang Anda konsumsi tercemar bakterinya. Hindari jajanan di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau telur ayam yang dimasak setengah matang pada kulitnya tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri Tifus.
  • Untuk mencegah agar seseorang terhindar dari penyakit ini kini sudah ada Vaksin Tifus atau Tifoid yang disuntikkan atau secara minum obat dan dapat melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Mintalah Dokter anda memberikan imunisasi tersebut.
  • Daya tahan tubuh juga harus ditingkatkan seperti gizi yg baik, tidur 7-8 jam/24 jam, olah raga secara teratur 3- 4 kali seminggu selama 1 jam. Bagi orang yang pernah mengalami penyakit Tipes sebaiknya tidak melakukan kegiatan yang sangat melelahkan. Karena akan lebih mudah kambuh kembali daripada orang yang sama sekali belum menderita penyakit Tifus.
  • Dengan cara minum XAMthone Plus setiap hari, 30ml-60ml sebelum makan(2kali sehari).
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit tifus dan berbagai penyakit lain anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Dengan menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini
Read more ...

Mengenali Berbagai Jenis Alergi

Minggu, 18 Oktober 2015
Mengenali Berbagai Jenis Alergi, Alergi atau hipersensitivitas tipe I (1 dari 4) adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.

Berikut macam-macam alergi:

  1. Alergi Seafood
    Jenis alergi ini paling sering diderita oleh orang-orang di sekitar kita seperti mengkonsumsi ikan, udang, tiram, dan jenis-jenis makanan laut lainnya dapat menyebabkan gejala alergi yang parah, yaitu anafilaktik. Memasak makanan tidak akan mengurangi efek reaksi alergi.
  2. Alergi Seks
    Sebenarnya yang paling tepat bukan aktivitas seksnya yang membuat alergi namun reaksi alergi timbul karena akibat kontak permukaan kulit dengan sperma untuk mengatasi masalah ini perempuan penderita alergi sperma harus mengenakan kondom setiap kali berhubungan seks.Namun dalam beberapa kasus ada juga beberapa perempuan yang alergi terhadap lateks atau bahan dasar kondom
  3. Alergi udara dingin
    Tubuh mengalami reaksi yang berlebih terhadap udara dingin dalam beberapa kasus terjadi rasa kedinginan tanpa disertai perubahan fisik pada tubuh. Namun yang paling berbahaya alergi ini dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kulit, serta timbul selaput lendir pada mulut dan mata.
  4. Alergi Susu Sapi
    Susu sapi merupakan minuman yang cukup baik untuk kesehatan namun ada beberapa orang yang alergi akibat susu sapi biasanya penyakit ini terjadi pada anak-anak dan bayi. Penderita alergi susu sapi dipengaruhi oleh jenis ras dan suku bangsa, bahkan dalam penelitian diketahui bahwa di Asia lebih banyak orang menderita alergi susu daripada Afrika dan Eropa.
  5. Alergi Telur
    Sebenarnya jenis alergi ini dapat di picu oleh 3 protein dalam telur yaitu ovomucoid, ovalbumin, dan conalbumin.Bagi penderita alergi yang masih ringan efek alergi dapat dihilangkan dengan cara memasak telur. Alergi ini biasanya akan alergi juga terhadap ayam, kalkun, dan jenis unggas lainnya.
  6. Alergi debu
    Penderita alergi debu akan sangat rentan terhadap debu yang umum dijumpai di rumah atau di luar rumah apalagi ketika bersih-bersih.Namun sebetulnya, yang harus di waspadai adalah tungau debu yang merupakan penyebab alergi. Tungau debu merupakan komponen debu yang berupa sejenis binatang yang sangat kecil.Tungau ini biasanya hidup di kasur atau bantal berisi kapuk, kain, karpet, tirai, mainan berbulu, selimut, dan sebagainya.
  7. Alergi Obat-obatan
    alergi obat merupakan reaksi yang diberikan tubuh secara berlebihan karena konsumsi obat tertentu meski dalam dosis ringan. Hal ini muncul secara tiba-tiba meski pun sebelumnya tidak pernah mengalami alergi tersebut. Misal, seseorang yang biasa minum parasetamol, pada suatu ketika meminumnya, ia malah merasakan gatal-gatal di sekujur tubuh. Reaksinya bisa terjadi dengan lambat atau cepat. Gejala umum yang terjadi biasanya gatal, bercak kemerahan pada kulit, diare, gangguan pernapasan seperti pilek, bersin, sesak napas, mengalami gangguan jantung hingga shock atau hipotensi (tekanan darah rendah). Ada beberapa obat yang dianggap sering menimbulkan alergi yaitu penisilin, sulfonamid, obat penurun panas dan obat analgetik (penghilang rasa sakit). Selain jenis obat, metode pemberian obat juga memberi peranan dalam menimbulkan alergi.
Pencegahan Alergi

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
  • Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
  • Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi. Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00'. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi. Dilarang menggunakan cat rambut.
  • Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
  • Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
  • Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
  • Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
  • Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00'
  • Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat yang menimbulkan reaksi alergi. Hindari bahan makanan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Harus mematuhi aturan diet alergi.
  • Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut, dan diulang setiap 6 bulan sekali.
Beberapa nutrisi yang dapat membantu mengatasi alergi
  1. Vitamin C, mempunyai manfaat antihistamin alami.
  2. Bromelain (enzim dari nanas), efektif mengurangi peradangan dan membantu mengatasi antigen yang memasukin tubuh.
  3. Suplemen enzim pencernaan, efektif untuk alergi makanan dengan meningkatkan pencernaan dan mengurangi pemicu alergi, protein(antigen) dalam makanan yang tidak dicerna sempurna.
  4. Konsumsi Quercetin (Biofavonoid) secara teratur. Menguatkan sel membran dari sel mast sehingga sel mast menjadi kurang reaktif terhadap antigen dan menurunkan kemampuan nya untuk melepaskan histamin.
  5. Lactobacilius Acidophilus.
  6. CoQ10 para penderita alergi berat umumnya mempunyai kadar CoQ10 yang rendah dalam darahnya.
  7. Reishi, Mushroom, Wheat grass, Cat's claw, Ginkgo Biloba, Flax sees oil.
  8. Spirulina yang lengkap kandungan vit.B nya & juga Jelly Gamat/Gold G/Teripang Laut
Rekomendasi
Untuk mengenali atau mengetahui info lebih lanjut mengenai penyakit alergi atau pun berbagai penyakit anda bisa berkonsultasi langsung dengan kami. Anda bisa menghubungi 0812 2442 9800 atau bisa Klik Di Sini

Read more ...